Mengenal 5 Perbedaan Antara KOL dan Influencer

Perbedaan Antara KOL dan Influencer

Blogsadli.com,- Istilah KOL dan influencer bukan lagi istilah asing bagi mereka yang akrab dengan media sosial. KOL adalah  singkatan dari Key Opinion Leader. Baik KOL maupun influencer memiliki pengaruh terhadap orang lain yang mengikuti atau mengenal mereka.

Kehadiran KOL dan influencer di dunia maya sangat penting dalam dunia digital marketing. Mereka dapat membantu sebuah brand dengan cara memperkenalkan produk tertentu dan keunggulannya serta merekomendasikan produk tersebut sehingga dibeli oleh banyak orang.

Walaupun sekilas terlihat sama, KOL dan influencer ternyata memiliki sejumlah perbedaan. Apa saja perbedaan yang dimaksud? Simak, ulasannya berikut ini!

Apa Saja Perbedaan KOL dan Influencer?

  1. Asal Eksistensinya

Influencer adalah sosok yang dapat memengaruhi orang lain melalui konten-konten yang dibuat di media sosial. Mereka punya suara yang powerfull dan bahkan menjadi trendsetter bagi audiens.

Ada influencer yang aktif di Instagram, Twitter, TikTok, Facebook, Spotify, bahkan LinkedIn. Mereka menggunakan platform media sosial tersebut untuk menunjukkan eksistensinya. Popularitas para influencer tersebut dimulai dari akun media sosial mereka.

Berbeda dengan KOL, mereka adalah sosok yang sudah dikenal sejak di dunia nyata. Mereka hadir di tengah masyarakat dan memberikan dampak dari keahlian maupun kemampuan yang dimiliki.

Seiring dengan perkembangan zaman, para tokoh ini membuat akun di media sosial dan popularitas mereka pun semakin cemerlang. Namun, eksistensi mereka telah dimulai sebelum memiliki banyak pengikut.

  1. Profesi yang Dimiliki

Perbedaan selanjutnya di antara KOL dan influencer adalah dari profesi yang dimiliki. Seperti yang baru saja dibahas, KOL adalah sosok yang dikenal dengan keahliannya. Mereka punya profesi di dunia nyata. Ada yang berperan sebagai dokter, guru, pejabat pemerintah, atlet, koki, dan masih banyak lagi.

Baca Juga:  7 Tips Memilih SMP Terbaik dan Rekomendasi Boarding School di Bandung

Selain mendalami profesi mereka dan aktif bekerja, mereka pun sering membagikan informasi, pengetahuan, dan hal-hal penting seputar keahlian mereka lewat media sosial. Inilah yang membuat kehadiran mereka berdampak terhadap audiens.

Influencer berbeda dengan KOL. Profesi influencer biasanya berkaitan dengan media sosial mereka. Mereka sehari-hari membuat konten yang sesuai dengan niche yang dipilih dan berkembang di sana. Karena itu, mereka juga mendapatkan penghasilan dari pekerjaan mereka sebagai influencer.

  1. Kredibilitas Personal

KOL mendapatkan kredibilitasnya dari keahlian mereka saat berkarya di dunia nyata. Mereka memperoleh penghargaan karena kualifikasi profesionalnya. Mereka juga menghabiskan banyak waktu untuk menggeluti bidang tersebut. Karena itulah, kredibilitas mereka benar-benar diakui.

Sementara itu, influencer mendapatkan kredibilitas melalui identifikasi personal. Melalui konten-konten yang mereka buat di platform media sosial itulah kredibilitas mereka dibangun sedikit demi sedikit. Jika para influencer ini bisa membuktikan diri, follower mereka pun semakin banyak.

  1. Kemampuan Berkomunikasi

Dari segi kemampuan berkomunikasi, influencer dinilai telah terlatih. Hal ini karena mereka mereka memiliki pemahaman yang menyeluruh terhadap dunia yang digeluti. Mereka bisa menyampaikan pesan-pesan khusus dengan cara unik melalui konten yang diunggah di akun mereka. Follower sejati mereka pun dapat dengan mudah memahami pesan tersebut.

Di sisi lain, tidak semua KOL memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik seperti influencer. Sebagian di antaranya memang sudah sering tampil di media dan terbiasa dengan hal itu. Sebagian KOL yang lain membutuhkan orang lain seperti admin media sosial untuk mengomunikasikan ide atau pesan mereka. Admin inilah yang lebih banyak berinteraksi dengan audiens.

  1. Monetisasi Jasa

Influencer adalah sebuah profesi. Karena itu, para influencer mendapatkan penghasilan dari jasa yang mereka tawarkan lewat akun media sosial. Ada yang menjadi reviewer dan dibayar setelah melakukan review terhadap produk tertentu.

Baca Juga:  5 Cara Ampuh Hilangkan Bekas Gigitan Nyamuk Pada Kulit Anak

Sebelum itu, brand dan influencer biasanya telah memiliki kesepakatan khusus terkait review tersebut. Bahkan, brand bisa meminta influencer untuk mencapai target tertentu saat mempromosikan suatu produk. Dalam hal ini, influencer yang bersangkutan harus membuat konten sekreatif mungkin agar menarik perhatian audiens.

Sebaliknya, KOL adalah sosok yang merekomendasikan produk sesuai dengan profesi mereka. Seorang guru misalnya, bisa memperkenalkan alat untuk belajar kepada siswa. Dengan pengetahuan mereka, guru mencoba mendorong audiens agar membeli alat tersebut sehingga proses belajarnya bisa lebih efektif.

Dalam memberikan rekomendasi, seorang KOL biasanya lebih pemilih. Mereka harus menyesuaikan produk yang diperkenalkan dengan prinsip atau pengetahuan mereka. Sebaliknya, keunggulan seorang influencer adalah lebih terbuka, bisa diminta untuk mencoba aneka produk yang sesuai dengan niche yang diusungnya.

Gabung Shopee Affiliate Program, Promosi Produk Dapat Cuan!

Itu dia sejumlah hal yang membedakan KOL dengan influencer. Apakah Anda seorang influencer atau KOL yang menjadi influencer? Jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih keuntungan dengan bergabung di Shopee Affiliates Program.

Affiliate program dari Shopee ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan komisi hingga puluhan juta setiap bulan dengan merekomendasikan produk unggulan kepada para followers Anda. Ayo segera bergabung sekarang!

About the author: ilhamsadli

Penikmat senja dan puisi, selain juga suka dengan tantangan baru. Berhenti belajar artinya aku mati

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.