73

Blogsadli.com,- Demam berdarah adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, yaitu nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk ini bisa dibedakan berdasarkan bentuk dan corak warnanya. Mengetahui ciri – ciri nyamuk ini bisa memberikan manfaat yaitu kamu bisa dengan mudah mengenalinya. Sehingga, saat kamu menemukan nyamuk ini berterbangan, kamu bisa lebih waspada.

Nyamuk penyebab demam berdarah ini ternyata menjadi jenis nyamuk yang membawa virus dengue. Mungkin sebagian besar orang belum mengetahui bahwa nyamuk yang menjadi penyebab penyakit ini adalah yang berjenis kelamin betina. Sedangkan yang jantan tidak menjadi penyebab penyakit ini. Tak hanya itu, nyamuk ini juga menjadi nyamuk pembawa virus penyebab chikungunya, demam kuning dan zika.

Nyamuk ini berkembang ini dengan baik khususnya di musim hujan. Alasannya karena curah hujan tinggi akan menyebabkan genangan sehingga nyamuk bisa dengan mudah berkembang biak. Nyamuk penyebab demam berdarah ini berasal dari benua Afrika. Penyebarannya di negara yang memiliki iklim tropis seperti Indonesia.

Ciri-Ciri Nyamuk Aedes Aegypti (Demam Berdarah).

Nyamuk ini mempunyai beberapa ciri khas, seperti :

Ukuran dan warna tubuh nyamuk

Warna dan bentuk bisa menjadi ciri – ciri dari nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk ini mempunyai ukuran yang kecil serta tubuhnya berwarna hitam disertai belang putih di sekujur tubuh. Nyamuk ini bisa terbang sejauh 400 meter. Hal ini membuat nyamuk tersebut bisa dengan mudah terbang dan menyebarkan virus dengue.

Aktif di pagi dan sore hari

Nyamuk Aedes Aegypti keluar di waktu tertentu, yaitu di pagi hari (2 jam setelah matahari terbit) dan sore hari (beberapa jam sebelum matahari terbenam). Meskipun begitu, nyamuk ini bisa saja menggigit di malam hari. Gigitan nyamuk ini bisa tidak disadari karena biasanya menggigit di bagian pergelangan kaki dan bagian siku.

Baca Juga:  Anak Kost? Yuk, Bikin Dapur Pribadi Sendiri dengan Perlengkapan Masak Praktis Ini

Senang berada di air yang bersih

Jika biasanya nyamuk menyukai tempat kotor, maka nyamuk ini bersarang dan bertelur di genangan air yang bersih dan jernih. Nyamuk ini bisa berkembang biak di bak mandi, vas bunga, talang air bahkan tempat minum hewan peliharaan. Nyamuk ini juga suka bersembunyi di bagian rumah dengan sedikit cahaya misalnya kolong tempat tidur dan di balik lemari. Sedangkan di luar rumah, nyamuk ini biasanya berada di lubang atau tangkai pohon.

Upaya Pencegahan Nyamuk Demam Berdarah

Untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti, beberapa cara bisa dilakukan. Yaitu dengan melakukan 3M. Yang pertama yaitu menutup rapat tempat penyimpanan air. Selanjutnya yaitu menguras tempat penampungan air setidaknya seminggu sekali. Cara yang ketiga yaitu mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang bisa menjadi tempat air menggenang.

Upaya lain yang bisa dilakukan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk ini yaitu dengan memasang kawat anti nyamuk di jendela dan pintu rumah. Lalu menanam tanaman pengusir nyamuk, contohnya lavender. Selanjutnya menyebarkan bubuk larvasida di tempat penampungan air dan jika memungkinkan bisa memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.

Upaya yang tidak kalah penting yaitu menggunakan lotion anti nyamuk yang banyak dijual di pasaran atau bisa juga menggunakan obat anti nyamuk. Hal yang harus Anda perhatikan adalah penggunaan obat nyamuk secara hati – hati apalagi jika ada anak – anak, bayi dan penderita asma di rumah.

Melakukan fogging atau pengasapan juga penting untuk memberantas telur dan sarang nyamuk Aedes Aegypti. Di sisi lain, upaya ini biasanya dilakukan jika sudah menimbulkan korban yang mengalami demam berdarah di sekitar tempat tinggal. Penggunaan vaksin DBD juga sangat direkomendasikan.