Blogsadli.com,- Kunci dasar investasi reksadana adalah dengan mengetahui maksud dan tujuan melakukan investasi itu sendiri, termasuk dalam mengenal apa itu reksadana, jenis reksadana atau macam-macam reksadana, hingga keuntungan melakukan investasi. Ada juga yang bilang bahwa kunci dari berhasilnya sebuah investasi, khususnya reksadana adalah jenis instrumen dan tujuan yang dipilih adalah dua hal yang saling berhubungan. Jangan sampai salah satunya tidak bisa disinkronkan, sehingga terpaksa harus tumpang tindih, kemudian mengeluh karena gagal melakukan investasi.

Pengertian Investasi Reksadana

Banyak para pengguna investasi bilang bahwa investasi reksadana ini adalah satu dari alternatif investasi untuk para pemodal dengan keahlian menghitung resiko dan waktu minim. Reksadana juga dikatakan sebagai salah satu sarana untuk menghimpun dana untuk mereka yang punya modal, punya keinginan untuk investasi dan tujuan yang jelas.

Jadi, Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal dan untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi (UU Pasar Modal No. 8 Tahun 1995).

Tujuan dan Keuntungan Investasi Reksadana

Seperti yang saya bilang diawal mengenai hal mendasar yang perlu dipahami tentang investasi reksadana ini selain bagaimana cara mengatur keuangan pribadi hingga menentukan serta memahami tujuan dan keuntungannya melakukan investasi reksadana

Tujuan Reksadana

Secara umum, Investasi dalam Reksadana memberikan pendapatan yang optimal dan biasanya berupa pertumbuhan nilai investasi dengan risiko yang terdiversifikasi serta bisa tetap menjaga kestabilan likuiditas dengan berinvestasi di pasar modal.Dan Tentunya ini juga akan berpengaruh pada macam-macam rekasadana yang kita pilih nantinya.

Baca Juga:  5 Cara Kirim Barang Murah Ke Luar Kota

Keuntungan Investasi Reksadana

Lalu apa saja keuntungan melakukan investasi reksadana? Maka tentunya ada banyak keuntungannya. Keuntungnnya tersebut diantaranya adalah dikelola oleh tenaga profesional yang memang kompeten di bidang itu, jadi investor tidak perlu menganalis pasar baik itu fundamental maupun teknikalnya. Kemudian keuntungan kedua adalah murah dan mudah, karena setoran awalnya bisa dibilang relatif rendah. Artinya, hanya dengan 100.000 rupiah saja sudah bisa menjadi investor. Ketiga adalah adanya transaparansi serta terlindungi karena harga terpublikasi di sejumlah media serta diawasi OJK.

Macam – Macam Investasi Reksadana

Jadi, memilih jenis investasi yang tepat adalah bagian sangat penting untuk mendapatkan hasil terbaik. Untuk bisa memilih dengan baik, kita tentunya harus tahu apa jenis investasi di Reksadana. Berikut ini adalah berbagai jenis Reksadana:

investasi reksadana

Rekasadan Pasar Uang

Reksadana yang melakukan investasi pada instrumen pasar uang dalam negeri, serta efek bersifat hutang diterbitkan dengan jangka waktu kurang dari satu tahun, atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari satu tahun seperti deposito, pendapatan tetap dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Reksadana Pasar Uang memiliki risiko yang sangat rendah, sehingga cocok untuk para investor konservatif dengan tujuan menjaga lukiditas dan pemeliharaan modal, dan juga jenis investasi ini terhitung memiliki resiko yang relatif paling rendah jika dibandingkan dengan jenis investasi lainnya.

Reksadana Saham

Reksadana saham itu sendiri adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat ekuitas. Tujuannya sendiri adalah untuk pertumbuhan harga saham atau unit dalam jangka panjang. Tentunya dengan risikonya relatif lebih tinggi dari reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap. Akan tetapi, jenis reksadana ini memiliki potensi tingkat pengembalian yang paling tinggi.

Baca Juga:  4 Tips Agar Nongkrong Berkualitas

Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana selanjutnya adalah reksadana pendapatan tetap yang merupakan jenis reksadana dengan sistem menginvestasikan sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk efek utang atau obligasi. dengan tujuan menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil, dengan resikonya relatif lebih besar daripada reksadana pasar uang.

Reksadana Campuran

Reksadana terkahir yang banyak dikenal adalah reksadana campuran yang merupakan jenis reksadana dengan mengalokasikan dana investasinya dalam portofolio bervariasi. Instrumen investasinya sendiri bisa berbentuk saham dan dikombinasikan dengan obligasi. Seperti namanya yaitu campuran. Tentunya jenis investasi reksadana ini memiliki tujuan untuk pertumbuhan harga dan pendapatan. Resiko reksadana campuran bersifat moderat dengan potensi tingkat pengembalian yang relatif lebih tinggi dibandingkan reksadana pendapatan tetap.

Kesimpulan

Jadi, memang bisa dikatakan bahwa investasi reksadana adalah hal yang bagus untuk menggunakan modal dan dijadikan sebagai batu loncatan. Akan tetapi tetap penting untuk diperhitungkan terutama untuk investor pemula, setidaknya sudah harus mengetahui mengenai dasar-dasar dalam investasi. Semakin mengerti dan tajam tujuan kita melakukan investasi, maka kemungkinan berkembang juga besar.